Masifkan Pengenalan Coding

PEMBUKAAN: Foto bersama di sela pembukaan Kode Kiddo Cup 2022 yang digelar di M1 Atrium PTC Mall diikuti oleh 500 pelajar SD dan SMP, kemarin (15/8).
FOTO: KRIS SAMIAJI/SUMEKS

PALEMBANG – Dunia coding kian digemari para pelajar Kota Palembang. Banyak yang tersosialisasikan pentingnya coding bagi mereka. Buktinya, Kode Kiddo Cup 2022 yang digelar di M1 Atrium PTC Mall diikuti oleh 500 pelajar SD dan SMP. “Pengenalan teknologi harus terus dimasifkan kepada anak-abak. Salah satunya melalui coding,” ujar Kepala Dinas Pebdidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto, kemarin (15/8).

Menurutnya, anak-anak harus dikenalkan teknologi melalui coding. Sebab, tak bisa dipungkiri bahwa teknologi terus berkembang secara universal. “Negara manapun tak hisa lepas dari teknologi. Kita bersyukur, ada kepedulian mengenai teknologi ini,” ungkapnya.

Menurutnya, Kode Kiddo yang diinisiasi Melani Hendrawidjaja, Founder Kode Kiddo dari Silicon Valley USA yang kemudian diterapkan di Palembang sangat diapresiasinya. Transfer ilmu itu bakal membuat persaingan antar negara yang melek teknologi setidaknya menjadi sepadan.

“Kami selalu berkolaborasi untuk menghadapi kondisi pembelajaran dengan dengan teknologi. Dikenalkan sejak dini. Ini tak hisa dipungkiri. Apalagi, Mendikbud sudah menerapkan kurikulum Merdeka Belajar yang maknanya anak didik dan guru harus melakukan kegiatan dengan IT atau teknologi,” katanya.

Zulinto melanjutkan, para pelajar saat ini tak bisa tutup mata dan berdiam diri melihat perkembangan teknologi. Jika tidak, SDM Kota Palembang akam tertinggal. “Tinggal kita pintar-pintar memfilternya, memilah konten-konten yang tidak baik,” ungkapnya .

Dia menyebut, coding menjadi penting karena basic teknologi ada pada hal tersebut. “Belajar sudah dengan teknologi, mencati uang juga, aktivitas pun dengan teknologi. Artinya coding sangat penting. Berbagai kemudahan pada teknologi, kecanggihannya berasal dari coding ini,” tambahnya. Menurutnya, outcome dari coding ini bisa memberikan banyak manfaat, termasuk penghasilan.

“Tak ada istilah terlambat, kita bersyukur banyak pihak yang berkolaborasi dengan pendidikan. Banyak inovasi baru yang harus kita tangkap,” bebernya.

Melani Hendrawidjaja, Founder Kode Kiddo, menambahkan, memelopori coding di Indonesia agar generasi Indonesia punya daya saing dengan anak-anak lain dari berbagai negara.

“Saya optimis, melalui berbagai kegiatan dan pengenalam coding ini, dalam 1-2 tahun mendatang bakal banyak anak-anak di Indonesia, khususnya Kota Palembang melek terhadap coding,” ujarnya. Menurutnya, coding merupakan basic dalan dunia komputing, kontrol dari bahasa pemrograman. “Kita ingin lebih memfokuskan coding agar lebih familiar, sebab kurikulum pembelajaran juga akan terus meningkat kompleksitasnya,” ungkapnya.

Saat ini, terdapat 25 cabang Kode Kiddo di indonesia, tersebar di DKI Jakarta, Jateng, Jatim, Bali, Sumut, Riau, Pontianak, Manado dan Palembang. Jonetten Saputra, Co Founder Kode Kiddo mengungkapkan, Digifest Digital Game dan Animation Festival yang digelar diikuti 500 peserta dari SD dan SMP yang berkompetisi membangun game dan animasi. Juga digelar seminar bertema Future Leader yang diikuti 70 guru dan orang tua.

“Kegiatan yang digelar ini sekaligus mengkampanyekan pentingnya coding sejak dini,” ungkapnya. Dalam pelaksanaan itu, hadiah yang diperebutkan piala Kode Kiddo, piagam penghargaan Disdik Palembang, uang tunai dan merchandise. (rei/ce1)